Kesenian Daerah Lombok " Gendang Beleq "

Ditulis pada Minggu, 30 April 2017 | Kategori: Kesenian Daerah | Dilihat 2359 kali

Di suku sasak pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat sebuah alat musik yang dahulunya digunakan sebagai musik penyemangat saat mengantar prajurit yang akan turun ke medan perang dan menyabut mereka setelah berperang. Alat musik itu adalah “ Gendang Beleq “, beleq yang artinya besar. Karena ukuranya yang besar itu, maka gendang ini memiliki suara yang sangat keras saat ditabuh. Gendang Beleq telah dijadikan sebagai icon musik tradisional Suku Sasak.

Jika Anda berkunjung ke pulau Lombok, maka  Anda akan dapat menyaksikan dan menikmati alunan alat musik  ini di mana-mana. Karena kini Gendang Beleq digunakan sebagai pertunjukkan menyambut kedatangan tamu Negara dan wisatawan. Gendang Beleq ini juga selalu tampil di setiap acara-acara pemerintahan hingga acara adat suku Sasak, seperti pernikahan, sunatan dan lainya.

Gendang Beleq ukuranya bervariasi, yakni garis tengah antara 40 – 60  cm dan panjangnya antara 103 – 112 cm. Kayu yang digunakan, yaitu kayu ringan dengan kualitas tinggi. Karena gendang ini dibawa menari-menari saat pertunjukan. Gendangnya terbuat dari kulit kambing yang usianya sudah tua, sehingga suaranya lebih nyaring terdengar. Gendang bagian depan dibuat dari kulit kambing jantan dan gendang bagian belakang dibuat dari kulit kambing betina.

Para penabuh Gendang Beleq ini disebut “Sukaha” (dibaca sekehe). Pada saat memainkan atau pementasanya, Gendang Beleq juga diiringi dengan alat music traditional lain, seperti Terumpang, Kenceng, Pencek, Oncer, Gong dan Suling. Terumpang adalah alat musik berbentuk mangkuk besar dengan salah satu sisinya terdapat bundaran kecil yang menonjol terbuat dari kuningan. Kenceng alat musik berbentuk piringan yang memiliki pegangan. Pencek alat musik yang berbentuk Kenceng dengan ukuran kecil dan di letakkan di sebuah papan yang digantung di leher pemainya.

Dahulu Gendang Beleq dimainkan sebanyak 17 orang dan kini bertambah antara 30 – 50 orang. Para pemain musik akan menari-nari saat memainkanya mengikuti keselarasan nada yang dimainkan. Gendang Beleq juga memiliki tarian, dimainkan oleh salah satu personil khusus penari. Tarian yang paling popular, yakni Tarian Ayam Tarung. Terdapat ratusan kelompok musik Gendang Beleq yang tersebar di Pulau Lombok. Masyarakat Lombok yang tinggal di daerah lain juga biasanya membentuk kelompok musik  Gendang Beleq untuk mempertahankan alat musik ini dan memperkenalkan ke daerah lain.

Tariff sekali tampil kelompok music Gendang Beleq antara Rp. 500 ribu hingga Rp. 2 juta, tergantung dari jumlah personil dan acara tempat mereka akan pentas. Pada hari sabtu dan minggu, Anda bisa menikmati pertunjukan Gendang Beleq ini secara gratis di jalan. Karena terdapat tradisi Nyongkolan bagi pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan akad nikah. Pada acara itu, pasangan suami istri dan seluruh keluarga serta kerabatnya menggunakan baju adat berjalan di jalan dan diiringi musik Gendang Beleq.